Jumat, 23 Desember 2011

Pengobatan Tuberkulosis

Did you know Tuberkulosis? Tuberkulosis atau yang sering disebut dengan TBC adalah penyakit yang menular, semua orang bisa terkena penyakit ini, laki-laki atau perempuan, orang dewasa atau anak-anak, orang kaya atau orang miskin bisa terkena penyakit TBC ini. Sebenarnya apa itu Tuberkulosis atau TBC ? kok bisa ya kita terkena penyakit ini? dan bagaimana pengobatan tuberkulosis ini?

Pengertian Tuberkulosis

Menurut tante wikipedia,  Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleksMycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

Pada tahun 1992 WHO telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan menurut regional WHO jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh tuberkulosis.

Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia. Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada lingkungan,sehingga jumlah penderita semakin bertambah.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala sistemik/umum

  • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
  • Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

Gejala khusus

  • Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak.
  • Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
  • Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
  • Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Penularan Penyakit TBC

Menurut medicastore.com Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.

Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

Pengobatan Tuberkulosis

Pengobatan Tuberkulosis dengan pengobatan Alternatif Herbal untuk mengobati TBC dengan obat herbal TBC xamthone plus

Banyak orang yang sudah tertolong sembuh dari radang paru-paru atau TBC dengan minum xamthone plus untuk obat herbal TBC, ini bukan kebetulan belaka tetapi ternyata sudah dibuktikan dengan hasil penelitian terbaru sebagai mana dikutif dari buku  "DAHSYATNYA MANGGIS UNTUK MENUMPAS PENYAKIT, Karangan DR.Ir. Raffi Paramawati,MSi, Halaman 61"

  • XAMTHONE SEBAGAI ANTI BAKTERI

Kemampuan lain dari xanthone adalah mematikan bakteri. Beberapa peneliti tentang manfaat xanthone memperlihatkan bahwa xanthones bersifat antimikroba terhadap MRSA(methicilin resistant staphylococcus aureus), yaitu bakteri yang kebal terhadap obat antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi farah.

Penyakit akibat RMSA memang tidaak di kenal di indonesia. namun di beberapa negara, seperti Amerika, bakteri ini sangat menakutkan karena dalam waktu singkat akan memakan sel-sel tubuh manusia. Bakteri ini dapat meneyebabkan cacat fisik dan kematian pada para penderitanya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh suksamran pada tahun 2003, kandungan @-MANGOSTIN, ? -B MANGOSTIN dan garcinone pada manggis mampu menghambat pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis yang dikenal sebagai penyebab penyakit paru-paru atau tuberkolosisi(TBC)

Untuk Pembelian xamthone plus yang sangat manjur untuk pengobatan tuberkulosis silahkan klik :

Cara Pembelian Xamthone

Testimoni Pengguna xamthone plus untuk pengobatan paru-paru:

Nama      : Tauhid Hasim
Asal         : Purwakarta, Jawa Barat
Umur      : 51 tahun
Profesi    : Wirausaha
Penyakit: Paru – Paru

Saya minum  XAMthonePlus 3 botol selama 2 minggu dan hasilnya menakjubkan. Semua keluhan penyakit saya sembuh. Selama masa penyembuhan saya minum 30 ml setiap pagi dan malam sesudah makan. Setelah sembuh saya pun tetap minum walau hanya sekali sehari.

Nama      : Samarin Srinata
Asal         : Jakarta, DKI Jakarta
Umur      : 47 tahun
Profesi    : Ibu Rumah Tangga
Penyakit : Paru – Paru

Saya minum XAMthonePlus botol selama kurang lebih 2 minggu alhamdulillah penyakit  tbc saya  sembuh. Saya tidak minum obat puskesmas lagi, dan biaya yang keluar juga semakin kecil, sekarang saya hanya membeli XAMthonePlus untuk dikonsumsi rutin sampai sembuh total. Saya pun bertekad untuk minum XAMthonePlus selama sisa hidup saya.

Nama       : Basuki Ahmad
Asal         : Jakarta, DKI Jakarta
Umur      : 44 tahun
Profesi    : Pegawai Swasta
Penyakit : Paru – Paru

Saya sangat kaget ketika mengetahui dari pemeriksaan dokter bahwa saya mengidap paru-paru. Hal ini sangat mengganggu pikiran saya. Selain memikirkan biaya pengobatannya yang besar, saya juga memikirkan anak-anak dan istri saya, takutnya mereka terjangkit. Tetapi alhamdulillah, setelah saya minum XAMthonePlus rasa khawatir itu sirna karena dokter bilang paru-paru saya sudah sehat. Saya minum baru 3 botol dari total 6 botol yang saya beli, dan saya akan lanjutkan walaupun sudah sembuh.

Nama       : Mustafa Hadji
Asal          : Bekasi, Jawa Barat
Umur       : 37 tahun
Profesi     : Pekerja Bangunan
Penyaki   : Paru – Paru

Sebagai pekerja kasar saya sering berada di area yang banyak debu dan itu berlangsung lama. Tidak disadariparu-paru saya kena. Selain debu, juga dipengaruhi dengan faktor-faktor lainnya seperti sering begadang, merokok, minuman keras dan makanan yang kurang bersih. Setelah diberikan 2 botol XAMthonePlus oleh teman saya, saya coba minum, ternyata dalam waktu 10 hari semua keluhan menyangkut paru-paru saya hilang, wah luar biasa ini. Walaupun kekurangan dana, saya bertekad untuk tetap minum XAMthonePlus.

Nama        : Mulyanto Slamet
Asal           : Depok, Jawa Barat
Umur        : 45 tahun
Profesi     : Karyawan Swasta
Penyakit  : Paru – Paru

Setelah minum XAMthonePlus 3 botol paru-paru saya membaik, napas jadi plong, tidur nyenyak, nafsu makan bertambah dan saya sudah tidak berobat ke puskesmas lagi. Saya minum sesudah makan 2 kali sehari. Alhamdulillah sekarang saya semakin sehat.

Nama       : Barnabas Waropen
Asal          : Jayapura, Papua
Umur       : 29 tahun
Profesi     : Pegawai Negeri Sipil
Penyakit : Paru – Paru

Saya menderita paru-paru sejak 1 tahun belakangan ini. Sebelumnya saya berobat tiap 6 bulan sekali ke dokter, tapi lelah rasanya karena bolak-balik ke dokter, biayanya sangat mahal. Akhirnya saya putuskan untuk rutin minum XAMthonePlus. Habis 2 botol dalam waktu 10 hari kurang lebih, paru-paru saya sudah membaik. Saya minum 30 ml sebelum makan kadang sesudah makan. Sekarang saya rutin minum sampai benar-benar sehat.

Nama       : Rafika Harun
Asal         : Jakarta, DKI Jakarta
Umur      : 9 tahun
Profesi    : Pelajar SD (Sekolah
Penyakit : Paru – Paru

Saya dikasih Ibu 30 ml XAMthonePlus untuk diminum pada malam hari sebelum tidur. Saya minum jam 09.00 WIB jam 12.00 WIB saya rasa lapar sekali, padahal tadinya saya sudah makan sebelum minum XAMthonePlus. Akhirnya saya makan lagi sambil ditemani Ibu, esok paginya saya bangun rasanya segar sekali. Nafsu makan bertambah membuat badan saya jadi gemuk dan paru-paru saya sehat. Saya minum 3 botol XAMthonePlus selama 2 minggu setiap malam sesudah makan.

Nama       : Rohayati Mumon
Asal         : Jakarta, DKI Jakarta
Umur      : 21 tahun
Profesi    : Mahasiswi
Penyaki  : Paru – Paru

Saya menderita paru-paru sejak kuliah smester I. Setelah minum 30 ml XAMthonePlus reaksi awalnya enak sekali. Batuk-batuknya mulai berkurang, nafsu makan bertambah, saya lanjutkan sampai habis 1 botol rasanya sudah sembuh, tetapi saran teman, "sebaiknya kamu minum seterusnya, jadikan itu seperti minuman kamu sehari-hari." Memang ajaib jus kulit buah manggis ini.

Jadi intinya, XAMthone Plus memang sangat cocok untuk pengobatan tuberkulosis, xamthone plus ini mampu membunuh bakteri-bakteri yang menyebabkan TBC sehingga xamthone plus ini sangat manjur untuk pengobatan tuberkulosis.

Semoga apa yang saya tulis dari awal sampai akhir bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih.

Untuk Pembelian XAMthone Plus silahkan klik :

Cara Pembelian Xamthone


6 komentar: